Amankah Menggunakan Earphone Saat Bersepeda?

 

Perdebatan apakah boleh mengendarai sepeda dan mendengarkan musik atau tidak sudah setua peralatan portable itu sendiri. Di satu sisi, bersepeda sambil mendengarkan musik benar-benar mengundang risiko. Hal itu membuat konsentrasi pesepeda terpecah antara alunan musik dan lalu lalang kendaraan di sekitarnya. Biasanya, kita cenderung mengeraskan suara di atas normal untuk melawan kebisingan suara luar.

Di sisi lain, musik menjadi hiburan serta mengisi kebosanan saat bersepeda seorang diri. Mengayuh pedal menjadi bersemangat seiring hentakan nada di telinga.

Akan tetapi, mendengarkan musik juga menghalangi kita untuk mendengarkan suara-suara halus dari sepeda kita. Kita menjadi tak acuh pada bunyi komponen sepeda yang tak berfungsi sebagaimana mestinya. Bagi sebagian orang memang tak bisa bersepeda tanpa mendengarkan musik melalui earphone.

Risiko menggunakan earphone saat bersepeda memang kompleks. Pertama, perhatian terhadap pengguna jalan lain. Sama seperti pengendara motor yang akan lebih aman jika tidak membaca dan membalas pesan singkat sambil melaju. Saat bersepeda di keramaian lalu lintas, berkonsentrasi penuh saja bisa celaka apalagi ini berkurang konsentrasinya karena mendengarkan musik.

Perhatian kedua, berkurangnya pendengaran. Telinga bisa rusak permanen jika mendengar suara di atas 85 desibel. Ini sekitar 70 persen dari volume maksimal pemutar MP3. Suara bising jalan raya sudah mencapai tingkat itu. Maka, sangat masuk akal jika mereka yang mendengarkan musik saat bersepeda akan menambah volume suara pemutar musik sehingga musik yang didengarnya lebih keras. Terlebih saat bersepeda terpaan angin ikut menghilangkan suara musik.

Jika dikaitkan dengan keselamatan lalu lintas, bisa saja Anda berkilah akan bersepeda dengan hati-hati. Mentaati peraturan, memperhatikan pengguna jalan lain, dan sebagainya. Namun soal kehilangan pendengaran? Masihkah Anda peduli dengan diri sendiri? Apakah lantas Anda mengecilkan volume sehingga musik mengalun lembut dan bahkan tertelah suara bising lalu lintas? Jika begitu, mengapa tidak dilepas saja?

Semua tergantung kepada Anda.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s