Pannier, Vital Saat Touring

Touring dalam dunia pergowesan adalah menjelajah daerah selama beberapa hari menggunakan sepeda. Tentu saja semua perbekalan dibawa bersama sepeda. Berhubung banyaknya yang dibawa, maka tidaklah mungkin menaruh barang bawaan itu di ransel punggung. Bisa sebenarnya kalau dipaksakan. Akan tetapi hal itu membuat punggung terbebani dan mengganggu tubuh dalam mengayuh.

Dalam dunia sepeda, bawaan itu akhirnya ditaruh di tas yang dikenal dengan nama pannier. Jika melihat asal kata, sepertinya pannier mengacu ke dunia mode. Ya, jika kita melihat gaun wanita abad ke-17, bagian pinggang ke bawah akan melebar ke kanan dan kiri. Nah, saat touring, bawaan penggowes ditaruh di kanan kiri sepeda bagian belakang. Jika dilihat dari depan seperti bentuk gaun dengan pannier. Bisa jadi begitulah sejarah nama pannier.

Dengan lepasnya punggung dari beban, maka tenaga bisa tercurah sepenuhnya untuk mengayuh pedal. Bukan untuk menahan beban ransel. Cedera punggung diminimalkan. Memang, sepeda jadi kurang lincah bermanuver tetapi masih lebih bagus daripada punggung dibebani.

Belakangan ini touring agak ramai dibandingkan dua atau tiga tahun silam. Alhasil untuk memperoleh pannier sudah begitu mudah. Saya jadi ingat waktu pertama kali mencari pannier yang sesuai kantung agak sulit. Pernah lihat di sebuah toko sepeda harganya kok belum pas dengan uang di dompet.

Saya pertama kali memperoleh pannier yang lebih menyerupai tas perlengkapan buat bayi. Memang, secara fungsi sudah cukup. Hanya saja kapasitas dan cara bongkar pasangnya yang menggunakan velcro agak ribet. Toh itu sudah sangat membantu saat touring pendek ke Bandung atau Bogor.

Ketika mengadakan Jelajah Sepeda Goes2Waisak, saya mencoba menggunakan pannier buatan Eiger. Kapasitasnya cukup untuk bepergian selama seminggu. Memiliki tiga kontainer, yakni samping kiri dan kanan, serta tas di atas tas samping kiri dan kanan. Tas bagian atas bisa dilepas menjadi tas tenteng atau cangklong. Sementara pannier kanan kiri menyatu. Cara memakainya sederhana. Tinggal ditaruh di atas rak dan ada pengait agar pannier tidak jatuh. Untuk menjaga kestabilan pannier samping saat melaju ada pengait yang bisa dicantolkan di rak.

Masing-masing pannier samping memiliki kantung di sisi luarnya dan tempat botol minuman di bagian belakang. Cukup membantu untuk membawa pernak-pernik yang sering dipakai sebab jika ditaruh di bagian dalam pannier samping susah untuk mengambilnya jika pannier atas di pasang. Menurutku ini menjadi titik lemahnya. Perlu dibikin mekanisme buka tutup yang tidak susah saat pannier atas terisi penuh barang. Atau memang pannier samping diperuntukkan bagi barang-barang yang tidak akan diambil sebelum sampai penginapan.

Bahan pannier cukup kuat untuk menahan barang-barang bawaan. Sayangnya belum antiair. Alhasil butuh pelindung saat melintas hujan. Sayangnya lagi, pelindung antiair ini belum dijual secara khusus. Jadi harus pesan jika mau digunakan untuk menerobos hujan.

Pannier ini cocoknya dipasang di rak yang mengikat ke frame di chainstay (selain seat post). Batangan yang menghubungkan rak dan chainstay lebih kokoh dalam menahan pannier terhadap goyangan kanan-kiri. Jika menggunakan rack yang nyantol ke seatpost penahan samping kurang maksimal dan bahkan bisa merobek pannier jika besi penahan samping tidak mulus.

Satu lagi yang agak mengganggu, tidak disediakan tali untuk menentang pannier ini. Selempang yang ada disediakan untuk bagasi atas. Akan lebih bagus jika disediakan tali selempang yang bisa mengangkat pannier tegak lurus.

Selain pannier dari Eiger ini, masih ada beberapa pannier yang sering saya gunakan touring. Ada buatan Vincita yang belum waterproof serta soleil yang sudah waterproof. Masing-masing dengan kapasitas yang berbeda-beda.

Yang perlu ditekankan, jangan pannier menjadi penghambat Anda dalam touring. Jika dirasa mahal, bisa saja Anda menggunakan tas yang Anda miliki. Backpack misalnya. Yang penting Anda memiliki rak belakang. Backpack bisa Anda taruh di rak dan mengikatnya sedemikian rupa sehingga kuat. Jaring pengikat yang dijual di toko asesoris motor bisa menjadi pilihan. Namun masih harus diperkuat dengan tali.

Untuk mengamankan barang bawaan, bungkuslah barang bawaan Anda dengan plastik sebelum memasukkan ke backpack atau pannier. Ini untuk mengantisipasi jika salah satu barang bawaan kita adalah benda cair. Juga mengantisipasi saat hujan.

Yuk touring!

Advertisements

2 thoughts on “Pannier, Vital Saat Touring

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s