Sepeda Enteng, Seberapa Perlu?

“Wah, sepedamu berat banget Sur! Berapa kilo ini?”

Begitulah komentar teman yang meminjam sepeda “besi”-ku. Saya tidak tahu seberapa berat, tapi jelas berat dibandingkan dengan sepeda masa kini yang setidaknya terbuat dari alumunium. Toh bagiku tak bermasalah banget soal berat ini. Aku jarang mengangkat-angkat sepeda. Selalu tak gowes.

Ada yang berpendapat bahwa semakin enteng sepeda semakin kenceng gowesnya. Semakin efisien tenaga yang kita keluarkan. Namun untuk touring, saya pernah dengar komentar seorang petouring bahwa justru sepeda berat akan lebih nyaman dipakai untuk touring. Masuk akal menurutku sebab saat touring beban yang dibawa banyak. Jadi butuh “kendaraan” yang kokoh. Bukankah sepeda touring Surly terbuat dari Chromoly? Yang tidak enteng2 amat.

Dalam hal berat ini, kadang saya tersenyum sendiri manakala ke sebuah toko dan melihat ada pembeli yang membeli parts sepeda sambil minta ditimbang. Padahal parts tersebut beratnya hitungan gram. Paling banter 1 kg. Tapi mereka begitu peduli dengan selisih 200 gr misalnya.

Nah, seberapa pengaruh berat sepeda pada kecepatan dan juga efektivitas kita dalam menggowes? Saya menemukan situs yang bisa digunakan untuk membandingkan hal itu. Ada banyak variabel yang dicakup dalam Bike Calculator itu. Misalnya saja, bobot pesepeda (Rider weight), bobot sepeda (Bicycle weight), jenis ban (Tires), dan masih banyak lagi. Namun yang perlu kita perhatikan bobot pesepeda dan bobot sepeda. Karena yang memakai sama, maka bobot pesepeda bisa dicoret, sehingga variabel yang penting adalah bobot sepeda.

Bobot saya 65 kg. Terus anggap bobot sepeda 20 kg. Dengan memasukkan variabel itu di dalam kalkulator dan menggunakan power 150 watss diperoleh kecepatan: 28,26 km/jam. Lalu saya ganti bobot sepeda menjadi 10 kg, alias separonya. Kecepatan yang didapat adalah 28,56 km/jam.

Terlihat bedanya hanya 0,3 km/jam. Dalam satu jam perbedaan jarak 300 m. Bagi saya tidak terlalu masalah. Beda jika dalam perlombaan. Ingat lo, beda bobot sepedanya separo hehe …

So, masih mengagungkan bobot sepeda?

Advertisements

One thought on “Sepeda Enteng, Seberapa Perlu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s