Makna Dibalik Lagu Jawa “Gundhul Pacul”

gussur.com – Bisa jadi anak-anak sekarang tak mengenal lagu ini. Lagu berbahasa Jawa yang sangat sederhana. Hanya ada empat kalimat, itu pun kalimat terakhir adalah pengulangan dari kalimat sebelumnya. Namun bagi generasi 80-an, lagu ini begitu membekas.

Ternyata di balik kesederhanaan lagu ini, tersimpan makna yang sangat dalam. Saya memperoleh tulisan ini dari salah satu grup WhatsApp yang saya ikuti. Daripada terbuang percuma, saya simpan di blog saya ini.

Tembang Jawa ini konon diciptakan tahun 1400-an oleh sesepuh tanah Jawa dan teman-temannya yang masih remaja dan mempunyai arti yang dalam dan sangat mulia:

  • Gundul adalah kepala plonthos  tanpa rambut. Kepala adalah lambang kehormatan, kemuliaan seseorang. Rambut adalah mahkota lambang keindahan kepala. Jadi, gundul adalah kehormatan tanpa mahkota.
  • Pacul atau cangkul (bhs. Indonesia) yaitu alat petani yang terbuat dari lempeng besi segi empat. Jadi pacul adalah lambang kawula rendah, kebanyakan petani.
  • Gundul pacul artinya seorang pemimpin sesungguhnya bukan orang yang diberi mahkota, tetapi dia adalah pembawa pacul untuk mencangkul, mengupayakan kesejahteraan bagi rakyatnya (orang banyak).
  • Orang Jawa mengatakan pacul adalah papat kang ucul (empat hal yang lepas). Kemuliaan seseorang tergantung empat hal, yaitu bagaimana menggunakan mata, hidung, telingam dan mulutnya.
    1. Mata digunakan untuk melihat kesulitan rakyat/masyarakat/orang banyak.
    2. Telinga digunakan untuk mendengar nasehat.
    3. Hidung digunakan untuk mencium wewangian kebaikan.
    4. Mulut digunakan untuk berkata adil.
  • Jika empat hal itu lepas, maka lepaslah kehormatannya.
  • Gembelengan artinya besar kepala, sombong dan bermain-main dalam menggunakan kehormatannya.

Nah, mari kita lihat makna di balik lagu itu.

  • GUNDUL2 PACUL CUL artinya jika orang yang kepalanya sudah kehilangan empat hal tadi akan mengakibatkan …
  • GEMBELENGAN (= congkak/sombong).
  • NYUNGGI2 WAKUL KUL (menjunjung amanah rakyat/orang banyak) dengan GEMBELENGAN (=congkak/sombong), akhirnya …
  • WAKUL NGGLIMPANG (amanah jatuh gak bisa dipertahankan)
  • SEGANE DADI SAK LATAR (berantakan sia-sia, tidak bermanfaat bagi kesejahteraan orang banyak)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s