Watu Lawang, Kesunyian untuk Menyepi

gussur.com – Semenjak Kebun Buah Mangunan (KBM) dan Hutan Pinus terkenal sebagai objek wisata yang menjual spot untuk selfie atau wefie, kawasan Mangunan dipenuhi objek wisata baru yang memanfaatkan keindahan alam, khususnya tebing di sisi Selatan yang menghadap ke Sungai Oya.

Dengan pandangan lepas ke perbukitan seribu kawasan karst Gunung Kidul, Mangunan sisi Selatan memang sangat indah dan instagramable. Tak jauh dari Kebun Buah Mangunan kini ada Tebing Tembelan yang menyajikan sensasi naik perahu bambu di atas jurang. Agak jauh sedikit ada Bukit Panguk yang lebih eksotis dengan kabut pagi harinya.

dari atas watu lawang
Sawah menghampar di bawah Watu Lawang

Saya tertarik dengan Watu Lawang yang lokasinya di sisi barat Kebun Buah Mangunan. Relatif baru, lokasi objek wisata ini ada di ujung perkampungan. Jadi kita akan melewati pekarangan beberapa rumah penduduk. Jalan yang baru di beton relatif sempit. Bahkan ada yang hanya muat satu mobil sehingga diberlakukan satu arah. Saya yakin dulunya jalan ini hanya jalan setapak yang kemudian diperlebar.

Begitu sampai parkiran yang muat sekitar 10 mobil (parkiran motor di tempat lain yang dekat dengan objek wisata), langsung bertemu dengan loket masuk. Dari sini masih jalan sekitar 200-an m, menurun.

Kita masih harus menuruni tangga yang lumayan curam untuk sampai ke Watu Lawang. Ada banyak batu cadas yang besar-besar sehingga unruk menuju tebing kita berjalan di antara batu itu. Seperti pintu (Lawang) dengan kerangka batu (watu).

Sebuah jembatan bambu dibuat berpondasikan ujung-ujung batu. Seperti catwalk yang pada pagi hari diselimuti kabut. Jembatan yang seolah menuju ke awan yang tak berbatas. Sebelum naik ke jembatan ini ada seorang bapak2 yang menunggu kotak sumbangan.

Lepas memandang alam
Sungai Oya di kejauhan.

Dibandingkan KBM, lokasi untuk selfie di sini terbatas. Jika ada 10-an yang naik ke jembatan dipastikan suasana akan ramai.

Memandang ke bawah kita akan dibawa ke ingatan soal lukisan pedesaan. Hamparan sawah, rumah-rumah, dan jalan yang membelah sawah. Di kejauhan sana tampak Sungai Oya.

Watu Lawamg cocoknya untuk menyepi. Berkontemplasi di atas batu-batu sambil memandamg jauh ke kawasan bukit seribu. Apalagi lokasinya bisa dibilang ngantong. Ada tanah lapang di ujung tangga turun. Di sisi dekat jurang ada kursi panjang dari bambu dan ayunan. Sementara di sisi seberang ada warung2 yang menjual makanan dan minuman.

Untuk jangka panjang harus ada atraksi atau zona selfie baru agar pengunjung tidak bosan.

Advertisements

One comment

  1. I see your site needs some fresh articles. Writing manually is time consuming, but there is solution for this hard task.
    Just search for; Miftolo’s tools rewriter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s