Push Your Limit

Dalam sebuah obrolan dengan Pak Yos, salah seorang peserta Jelajah Sepeda Jakarta Palembang yang sudah sepuh, ada satu kalimat yang selalu terngiang di telinga. Tubuh harus disiksa. Pak Yos mengucapkannya sambil tersenyum, senyum khas beliau. Tentu bukan dalam arti disiksa menggunakan senjata atau dalam artian ekstrem lainnya. Ucapan itu menjawab pertanyaan saya setelah melihat Pak Yos yang sering menggowes dengan “kombinasi gigi” berat meski menanjak.

Dalam banyak hal saya mengamini omongan Pak Yos ini. Sesekali kita harus “menyiksa”, atau memaksa tubuh bekerja melampaui titik kekuatannya. Push your limit!

Dalam kaitan itu, beberapa kali dalam persepedaan saya “menyiksa” tubuh. Beruntung ada teman2 “gila” yang mau menemani proses itu. Seperti yang sudah saya tulis di sini, Gowes Waisak masuk dalam kategori ini. Tak ada hari yang santai pada empat hari itu. Sebuah perjalanan yang memberi saya pelajaran sebuah ketegasan (meski susah dilaksanakan mengingat dengan teman yang sudah sangat akrab).

“Menyiksa tubuh” membuat kita jadi tahu batas kemampuan tubuh. Meski untuk ini butuh pengenalan yang lebih intensif. Dari beberapa kali gowes itu saya jadi tahu kapan harus berhenti beristirahat. Dalam menanjak juga tahu kapan harus menggowes sambil berdiri, kapan harus mengganti gir, dan lain sebagainya.

Jadi, tak ada salahnya menyiksa tubuh untuk tahu batas kemampuan kita.

Similar Posts

  • Tak Ada Alasan Tuk Ber-B2W

    Intisari-Online.com – Ada uang yang bisa Anda hemat karena tidak memerlukan BBM, tiket kendaraan umum, tiket tol, dan biaya parkir. Ada dengungan adrenalin yang membuat kondisi Anda dalam puncak kesempurnaan pikiran untuk menghadapi hari kerja. Ada keuntungan lingkungan. Juga kebugaran yang Anda raih. Itulah beberapa keuntungan menjadi penglaju (komuter) atau bersepeda ke mana-mana. Namun banyak orang masih…

  • Ketika Paku Membuat Kelu

    Ini adalah paku kedua yang saya ambil dari roda ban sepeda saya. Yang pertama lebih panjang, namun sama2 bengkok. Ternyata memang dibengkokkan oleh si penebar sebab dengan bentuk seperti itu kemungkinan menusuk ke ban lebih besar dibandingkan dengan bentuk normal lurus. Tusukan paku pertama saya dapatkan saat berangkat kantor menggunakan sepeda lipat. Saat melintas di…

  • Tergoda Limbah

    Bagi goweser yang sudah keracunan sepeda, menambah asesoris atau mengganti komponen sepeda seolah wajib. Begitu juga denganku. Hanya saja, aku malas jual kembali komponen tadi. Awalnya hanya teronggok di gudang. Satu dua tak menimbulkan inspirasi. Sampai ketika beres2 kok baru tersadar. Begitu banyak komponen nganggur. Tergodalah untuk merakit sebuah sepeda. Setelah didata, ternyata tinggal butuh…

  • |

    Reborn Harmony BJBM Siap-siap Menandingi MBM

    gussur.com – Borobudur Marathon 2017 kemarin merupakan keikutsertaan saya ketiga kalinya di lomba lari yang mengambil tempat Start/Finish di Candi Borobudur itu. Yang pertama bisa dibaca di sini. Ada sedikit asa membuncah melihat gelaran yang menurut saya tak kalah dengan BMBM 2015 (sebelum berubah menjadi MBM, Maybank Bali Marathon). Saya sampai sempat merekomendasikan seorang teman untuk…

  • Jakarta – Jogja Empat Hari (1)

    Bisa jadi inilah touring terberat selama ini. Namun penuh kenangan dan kebersamaan yang tak terlupakan. Sebuah kegilaan yang menurut saya kadang hadir dalam fragmen kehidupan seseorang. Gowes sampai malam hari, menembus hujan lebat berpuluh-puluh kilometer, menginap di SPBU, serta menikmati dawet hitam yang paling enak selama ini. Bahkan, baru hampir setahun setelah touring itu usai,…

  • Minyak Goreng Bikin Demensia?

    gussur.com – Di pertengahan abad ke-20, penduduk Amerika Serikat mulai khawatir dengan meningkatnya laju penyakit jantung dan diwanti-wanti untuk menyingkirkan lemak jenuh – seperti mentega dan krim – dan beralih ke minyak sayur. Minyak sayur yang sering disebut minyak goreng sepertinya menjadi salah satu bahan di dapur yang wajib ada. Banyak merk dan jenis yang…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *