|

Lauk? Tinggal Ambil! (gowesKiluan#5)

Enaknya hidup di tepi pantai, soal lauk tak akan kekurangan. Alam memang memberikan yang terbaik untuk umat manusia selama ia dirumat dan diruwat.

Begitulah yang aku amati saat pagi hari berjalan menyusuri pantai di sisi timur Teluk Kiluan. Pandangan mata saya langsung terpentok pada tiga bocah ABG yang sedang asyik membongkar-bongkar batu di pinggir pantai.

Saat saya tanya, ternyata mereka sedang mencari siput laut. Siput ini bersembunyi di bawah batu-batu yang berserakan di pantai. Saat dibalikkan, puluhan siput langsung berjatuhan. Bocah-bocah ini lalu menyortir siput besar yang mereka ambil.

Untuk apa? “Bisa ditumis atau dibikin sup. Buat lauk Pak!” jawab mereka.

Nah, ketika mandi di Pantai Laguna, aku pun iseng2 mencari siput serupa dan nanti mau minta tolong pemilik homestay untuk memasaknya. Saat makan malam, sup siput pun siap disantap. Cara makannya dicongkel menggunakan jarum pentol. Bagian atas agak kenyal, sedangkan bagian dalamnya lembut. Gurih!

[slideshow]

Similar Posts

  • |

    Jambore KGC di Kareumbi

    Semenjak dua tahun silam, Kompas Gramedia Cyclist (KGC) melakukan jambore, meski bukan anggota Pramuka hehe ….  Menilik ke Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) jambore memang dikaitkan dengan Pramuka. Tapi tak apalah, kita gunakan istilah itu sebagai sebuah kata untuk merujuk ke “pertemuan para anggota di suatu tempat”. Pertama kali jambore mengambil tempat Bandung, lalu Garut,…

  • Brem Bali

    Minuman beralkohol yang tenar berasal dari Bali ini mengingatkan anggur kolesom cap Orang Tua saat masih tinggal di kampung dulu. Bersama teman-teman sebaya kami menghabiskan malam di cakruk, bangunan panggung mirip gazebo yang digunakan sebagai pos ronda, dengan ditemani kacang rebus. Waktu itu belum ada kacang garing cap Garuda dan sejenisnya. Berbotol-botol tanpa terasa telah…

  • Gowes Yuk!

    Dulu saya membenci untuk tinggal di Ibukota Republik Indonesia ini. Mengapa harus ke Jakarta? Apakah setiap orang yang mau bekerja harus merantau ke Jakarta? Sedikit banyak kebencian itu terwujud. Selepas sekolah saya justru mencari kesepian dan keterpencilan. Namun ternyata hal itu berlangsung tidak lama. Pada akhirnya saya selalu menjalani apa yang saya benci. Datanglah saya…

  • 3 Tahun dan Waktu Masih Berpacu

    Tidak tepat sebetulnya, tapi 8-8-2008 aku jadikan tetenger untuk ber-B2W. Berhubung tanggal itu ada raker di Puncak, maka aku bawa sepeda dan menggowes di seputaran vila tempat raker. B2W pertama aku lakukan seminggu sebelumnya. Setelah berburu sepeda, akhirnya aku putuskan membeli sepeda rakitan yang dah jadi melalui situs sepedaku.com. Framenya S-Works M-5 yang belakangan aku…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *