Perjalanan Penuh Warna ke Ujung Peradaban (4)

Hujan turun menemani santap siang kami. Wah, apakah berperahu sambil hujan-hujanan? “Perahunya ada ruangan tertutup kok,” kata Ibu penjaga penginapan. Ah, seperti bisa membaca keraguanku. Untung saja di sisa-sisa suapan terakhir hujan mulai mereda. Bau tanah basah mengiringi suara-suara kekenyangan…
