Tentang gerak, waktu, dan arti yang tertinggal

Month: September 2011

Ribetnya Labirin Perbankan

Bank memang mengedepankan asas kehati2an, prudence. Namun, di tengah arus digitalisasi hal itu seperti kontradiksi. Hanya urusan mau transfer uang ke rekening bank yang sama harus melalui langkah2 yang njlimet. Pertama harus ada buku tabungan. Untung masih tersimpan. Cetakan terakhir tahun 2003. Alamak … dah 8 tahun aku tak ngeprint buku. Kedua harus bikin slip […]

Baca Selengkapnya →

```

Cariu – Cirata

Pikirku dari Cariu ke Cirata tinggal turun doang. Ternyata salah besar. Harus melewati perbukitan yang menjaga air waduk terjebak tanpa bisa ke mana-mana. Dari puncak pinus jalan memang turun, sampai belok kiri masuk Pasar Cikalongkulon. Nah, selepas pasar jalan mulai berlobang di sana-sini. Menjadi siksaan bagi Jonson biruku. Sudah rusak, kadang nanjak lagi. Duh ini […]

Baca Selengkapnya →

```

“Kratingdaeng” Lokal

Bersepeda menjelajah kampung terkadang menemukan hal-hal unik yang jarang ditemui saat naik mobil.  Dulu saya suka mengumpulkan rokok2 lokal. Berhubung diprotes maka agak seret perburuannya. Nah, saat melintas Cariu dan singgah di sebuah warung saya melihat botol minuman energi yang meniru logo minuman energi global. Mereknya badak. Senapas dengan banteng ‘kan? Minuman produksi PT GAM […]

Baca Selengkapnya →

```

Gowes Wisata ke Curug Sawer

Curug Sawer terekam dalam memori saat pulang dari Gunung Bunder mencoba lewat jalan alternatif, via Curug Luhur. Jalur yang semula dikira kondangan itu ternyata menyimpan tanjakan yang aduhai. Beberapa peserta yang tak siap akhirnya tertatih-tatih saat menanjak. Meski jalur ini disuguhi beberapa turunan ekstrem toh tanjakan tetaplah menghantui mereka. Nah, ketika berhenti di sebuah warung menunggu peserta […]

Baca Selengkapnya →

```

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén