Belum Saatnya Sebastian Sawe Menepi

Masih harus bersabar untuk melihat rekor maraton dipertajam.

Rekor dunia maraton 1:59:30 belum terusik di Chicago. Favorit utama, Jacob Kiplimo, justru finis keempat (2:04:18). Juaranya Amos Kipruto (Kenya) dengan 2:01:09, masih 1 menit 39 detik dari rekor.

Mengapa rekor gagal dipecahkan?

*Semua catatan waktu masih tidak resmi.

Jalannya lomba: enam pelari berlari bersama sampai 15K (42:55) dan melewati setengah jarak dalam 1:00:21.

Di 30K tinggal Kiplimo dan Kipruto (1:25:28).

Di 35K, Kipruto melesat dan unggul 12 detik.

Di kilometer 37 jaraknya 47 detik, dan Kiplimo disalip Tadese Bikila sebelum 40K.

Rekor 1:59:30 menuntut rata-rata sekitar 2:50 per km. Dengan tempo merata, setengah jarak sekitar 59:44 dan 30K sekitar 1:24:57.

Chicago: setengah jarak 1:00:21 (±37 detik di belakang), 30K 1:25:28 (±31 detik). 5K pertama 14:18, lebih lambat daripada 14:10 yang dibutuhkan.

Tertinggal di tengah lomba belum tentu vonis. Di London, kelompok depan melewati setengah jarak dalam 1:00:29, 8 detik lebih lambat daripada Chicago.

Lalu Sawe menempuh babak kedua dalam 59:01, 88 detik lebih cepat daripada babak pertama.

Rekor lahir dari babak kedua.

Di Chicago kebalikannya. Kipruto menempuh babak kedua sekitar 1:00:48, 27 detik lebih lambat daripada babak pertama.

Untuk memecahkan rekor ia butuh babak kedua sekitar 59:08, yaitu 73 detik lebih cepat.

Pada 30K–35K, ia mencatat sekitar 14:30 per 5K, bukan 14:10.

Apakah faktor cuaca? Tidak ada sumber yang menyebutnya sebagai penyebab.

Lomba dimulai cerah dengan suhu sekitar 14–15°C. Pratinjau FloTrack sempat mengingatkan udara lebih hangat dan lembap, tetapi waktu Kipruto menyamai peringkat kelima sepanjang masa, sehingga cuaca kemungkinan besar bukan penghalang utama.

Siapa Amos Kipruto? Pelari Kenya kelahiran 16 September 1992 (34 tahun).

Chicago adalah maratonnya yang ke-20 dan kemenangannya yang kelima, antara lain di Roma 2016, London 2022, dan Hamburg 2025.

Ia finis tiga besar di 12 dari 20 maratonnya.

Podium World Marathon Majors Kipruto:
• Tokyo 2018: ke-3 (2:06:33)
• Berlin 2018: ke-2 (2:06:23)
• Tokyo 2022: ke-2 (2:03:13)
• London 2022: juara (2:04:39)
• Chicago 2024: ke-3 | 2025: ke-2 | 2026: juara

Berlin 2018 berlangsung pada hari Eliud Kipchoge memecahkan rekor dunia.

Waktu 2:01:09 menyamai salah satu catatan Eliud Kipchoge dan berada di peringkat kelima sepanjang masa.

Di London, April lalu, Kipruto finis keempat dalam 2:01:39, personal best sebelumnya.

Dalam enam bulan, ia memangkas 30 detik dan menjadi juara di kota yang dua kali menahannya di podium.

Jadi rekor 1:59:30 milik Sabastian Sawe tetap bertahan. Ujian berikutnya mungkin datang di Valencia, 6 Desember, saat Yomif Kejelcha dijadwalkan turun.

Chicago menunjukkan bahwa rekor tidak cukup dikejar dengan kaki yang cepat.

Babak kedua harus lebih cepat daripada babak pertama.

Sumber: NBC Sports, The Sports Examiner, FloTrack, Marathon Handbook, Chicago Sun-Times.

Menurutmu, mana yang lebih menentukan: pacing atau cuaca?

Tulis di balasan, lalu ikuti @gussur untuk ulasan maraton berikutnya.


Diimpor otomatis dari Utas Threads (11 bagian)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link