Tentang gerak, waktu, dan arti yang tertinggal

Tag: bayah

Legon Pari, Setelah Putus Asa

Liburan sekolah kali ini saya ajak anak-anak ke Sawarna. Daerah yang dikenal dengan surga yang hilang itu sudah saya sambangi dua kali tapi belum pernah mengajak keluarga. Dua kali nyepeda, dua kali pula jukcing. Jujuk langsung plencing. Alias datang, lihat, nikmati, dan tinggalkan. Maklumlah waktu terbatas karena masih jadi kuli. Setelah kepergian pertama itu, saya […]

Baca Selengkapnya →

```

Menembus Malam demi Sawarna

Dulu, sebelum sekitar tahun 2008, nama Sawarna belum banyak dibicarakan kalangan penyuka jalan-jalan. Beberapa tahun setelah itu ia dijuluki Surga Tersembunyi. Sekarang, ketika akses mudah dan banyak penginapan, Sawarna sudah tidak tersembunyi lagi. Surga? Tergantung persepsi masing-masing orang. Namun, bagi saya Sawarna masihlah Surga Tersembunyi. Dalam arti sebenarnya. Ya, setelah waswas karena kereta Langsam yang […]

Baca Selengkapnya →

```

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén