Tentang gerak, waktu, dan arti yang tertinggal

Tag: audax

Anud4x300K, Audax 300K Rasa ANU

gussur.com – “Masih ada aja grup ini …” Pesan di grup WA lawas di 1 Februari 2021itu bikin kaget saja. Kekagetan mereda ketika disambung postingan kedua, dengan judul “Iklan” yang ditebalkan. Apa yang bikin kaget? Postingan terakhir di grup ini tertanggal 24 Juli 2020. Selepas itu pemberitahuan beberapa anggota keluar dari grup alias left. Di […]

Baca Selengkapnya →

```

“Menyiksa” Troy di Bandung All Terrain Challenge 200K

gussur.com – Beberapa kali menyiksa seli untuk merasakan medan yang bukan peruntukkannya. Namun untuk kali ini, aku sepertinya terlalu kejam. Element Troy yang roda 16 itu aku bejek menyusuri pegunungan Bandung Selatan, dari Pengalengan ke Ciwidey. Kontur jalan tak semuanya mulus. Nama eventnya saja Bandung All Terrain Challenge (BATC) 200K. EOnya Audax Randonneurs Indonesia. Jadi […]

Baca Selengkapnya →

```

Solo Audax 600: Meski Terhenti, Jadi Tahu Kunci

gussur.com – Be prepared for the worst. Kalimat itu kubaca dari japrian dengan Om Adid yang menjadi tenaga sukarela Solo Audax kali ini. Ya, saya sudah mempersiapkan hal terburuk tapi sepertinya kurang teliti membaca sebuah perubahan. Tapi, lepas dari semua persoalan yang ada, kembali aku disadarkan bahwa latihan itu tidak bohong. Practice makes perfect, kata […]

Baca Selengkapnya →

```

Menduduki “Neng” Seli Sejauh 300 Km Selama Hampir 20 Jam

gussur.com – Awalnya adalah ajakan teman sekantor untuk ikut acara gowes ala Audax sejauh 300 km: Anudax 300. Gabungan dari ANU dan Audax. ANU merupakan komunitas peturing dari Rombongan Bekasi (maaf kalau salah persepsi ya ….). Awalnya tak pikir ANU itu semacam “anu” gitu. Ternyata itu singkatan dari Ascending Nuts Undisputable. Soal apa itu Audax […]

Baca Selengkapnya →

```
Audax Medal

Dipanggang Panas 40 Derajat demi Brevet

gussur.com – Audax Yogya kali ini memadukan pantai dan gunung dalam sekali kayuh. “Sepedanya bagus.” Sebuah suara memecah keheningan di tengah panas di kawasan wisata Parangtritis. Saya menoleh sambil tersenyum. Dia lalu memperkenalkan diri sebagai Kaye Chong. Kami lalu sedikit mengobrol di tengah kayuhan menuju Jalan Imogiri Timur, untuk seterusnya ke Jejeran, tempat istirahat makan […]

Baca Selengkapnya →

```

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén