Tentang gerak, waktu, dan arti yang tertinggal

Tag: rangkasbitung

Ekspedisi Baduy: Tak “Mati” Karena Sepi

gussur.com – Edisi pergi ke Barat berlanjut dengan menyambangi Baduy. Setelah ke Citorek dengan sepeda, kali ini ke Baduy dengan jalan kaki. Ini setidaknya melanjutkan perjalanan yang sudah saya rintis dengan sepeda lipat. (baca: “Menghapus Trauma Turunan di Jalur Stasiun Rangkasbitung – Kampung Ciboleger, Baduy“). Kali ini aku trekking ke Baduy Luar. Berangkat tetap menggunakan […]

Baca Selengkapnya →

```

Menghapus Trauma Turunan di Jalur Stasiun Rangkasbitung – Kampung Ciboleger, Baduy

gussur.com – Satu kenangan yang tak terlupakan saat turing dengan sepeda lipat dan melalui jalanan rolling adalah ban dalam meletus karena pelek yang panas akibat terlalu lama tertekan kanpas rem. Itu aku alami saat gowes ke Sawarna dari Pelabuhanratu. [Baca: Ke Sawarna (Lagi): Begini Rasanya Merayapi Tanjakan Habibi (2)] Ketika memakai seli yang sama ke […]

Baca Selengkapnya →

```

Perjalanan Penuh Warna Ke Ujung Peradaban (2)

Sebelum pukul 07.00 kami sudah meninggalkan Wisma Sugri di Jln R. Td. Hardi Winangun No. 5, Rangkasbitung, Banten 42312. Menuju Alun-alun, lalu belok kanan menyusuri Jalan Jendral Ahmad Yani menuju Pandeglang. Pagi itu beberapa anak sekolah mulai masuk sekolah. Setiap bersua, mereka selalu berteriak “Halo Mister!” Entah, tak hanya di Banten, di daerah Cianjur pun […]

Baca Selengkapnya →

```

Perjalanan Penuh Warna ke Ujung Peradaban (1)

Sungguh tak terbayangkan bahwa perjalanan sejauh itu terbungkus dalam kurun 3 malam dua hari. Beragam moda transportasi aku jalani. Semua meninggalkan kesan, ironi, tragedi, sekaligus optimisme. Ada sepuluh pesepeda, 7 dari KGC – Kompas Gramedia Cyclists, sisanya adalah teman2 yang sudah akrab dengan KGC. Hanya saja tidak semua berangkat barengan. Dua pesepeda berangkat menyusul via […]

Baca Selengkapnya →

```

Menembus Malam demi Sawarna

Dulu, sebelum sekitar tahun 2008, nama Sawarna belum banyak dibicarakan kalangan penyuka jalan-jalan. Beberapa tahun setelah itu ia dijuluki Surga Tersembunyi. Sekarang, ketika akses mudah dan banyak penginapan, Sawarna sudah tidak tersembunyi lagi. Surga? Tergantung persepsi masing-masing orang. Namun, bagi saya Sawarna masihlah Surga Tersembunyi. Dalam arti sebenarnya. Ya, setelah waswas karena kereta Langsam yang […]

Baca Selengkapnya →

```

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén