Tentang gerak, waktu, dan arti yang tertinggal

Tag: sawarna

Ke Sawarna (Lagi) – Begini Rasanya Merayapi Bukit Habibie – 2

gussur.com – Istirahat semalam, meski tak tuntas sudah cukup untuk memulihkan lagi perjalanan. Jika pada etape pertama ada Tanjakan Cikidang yang mengingatkan pada Monteng (baca: Ke Sawarna (Lagi) – Deja Vu Monteng di Cikidang – 1), maka pada etape dua ini akan ada Bukit Habibie. Bangun pagi seperti biasa saya harus melakukan hajat harian. Tapi […]

Baca Selengkapnya →

```

Ke Sawarna (Lagi): Deja Vu Monteng di Cikidang – 1

gussur.com – Sawarna kembali memanggilku. Awalnya ajakan Joy untuk turing dua tiga hari. Lalu melihat kalender di bulan Mei banyak tanggal merah menjepit tanggal hitam, ya sudah saya menawarkan turing ke Sawarna via Pelabuhan Ratu. Rute ini sudah pernah saya lewati, hanya saja menggunakan kendaraan roda empat. Turing bersepeda ke Sawarna sendiri sudah pernah saya […]

Baca Selengkapnya →

```

Sawarna: Penginapan yang Menggeliat

Bagi yang pernah datang ke Sawarna di awal-awal tempat ini dikunjungi kaum pengelana dengan dana terbatas, tentu akan kaget melihat kondisi Sawarna sekarang ini. Terlebih di liburan panjang atau liburan sekolah. Bahkan di akhir pekan pun Sawarna terasa semarak. Kondisi itu membuat penginapan bergairah. Banyak homestay atau penginapan baru dibangun. Bahkan sudah ada yang merangsek […]

Baca Selengkapnya →

```

Legon Pari, Setelah Putus Asa

Liburan sekolah kali ini saya ajak anak-anak ke Sawarna. Daerah yang dikenal dengan surga yang hilang itu sudah saya sambangi dua kali tapi belum pernah mengajak keluarga. Dua kali nyepeda, dua kali pula jukcing. Jujuk langsung plencing. Alias datang, lihat, nikmati, dan tinggalkan. Maklumlah waktu terbatas karena masih jadi kuli. Setelah kepergian pertama itu, saya […]

Baca Selengkapnya →

```

Batu Layar, Sawarna, Federal

Batu Layar adalah maskot Sawarna selain Pantai Legokpari, Ciantir, Gua Lalay, Karangtaraje, Bukit Cariang, dan tempat lainnya. Dua buah batu yang mirip layar terkembang itu menjadi objek bidikan banyak kamera. Dari kamera saku sampai kamera tas ransel. Dari semua sudut sudah terekam. Eh, dari atas sejauh ini belum menemukan. Juga ada yang tanya, sudah ada […]

Baca Selengkapnya →

```

Menembus Malam demi Sawarna

Dulu, sebelum sekitar tahun 2008, nama Sawarna belum banyak dibicarakan kalangan penyuka jalan-jalan. Beberapa tahun setelah itu ia dijuluki Surga Tersembunyi. Sekarang, ketika akses mudah dan banyak penginapan, Sawarna sudah tidak tersembunyi lagi. Surga? Tergantung persepsi masing-masing orang. Namun, bagi saya Sawarna masihlah Surga Tersembunyi. Dalam arti sebenarnya. Ya, setelah waswas karena kereta Langsam yang […]

Baca Selengkapnya →

```

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén