Tentang gerak, waktu, dan arti yang tertinggal

Tag: touring Page 1 of 4

Merawat Cinomati Menuju Indrayanti (1)

gussur.com – Cinomati adalah sepenggal jalan pintas yang menghubungkan Kec Pleret dan Kec Dlingo, Kabupaten Bantul. Tanjakan nyengkrek ini sudah dikenal di kalangan pedalis Yogyakarta. Saya menemukan tanjakan ini saat membikin rute KGC gowes Jogja – Wonosari – Klaten – Jogja. Waktu itu pas ada hari kejepit Hari Raya Nyepi, Maret 2013. Jalanan sepi namun […]

Baca Selengkapnya →

```

Ke Sawarna (Lagi) – Begini Rasanya Merayapi Bukit Habibie – 2

gussur.com – Istirahat semalam, meski tak tuntas sudah cukup untuk memulihkan lagi perjalanan. Jika pada etape pertama ada Tanjakan Cikidang yang mengingatkan pada Monteng (baca: Ke Sawarna (Lagi) – Deja Vu Monteng di Cikidang – 1), maka pada etape dua ini akan ada Bukit Habibie. Bangun pagi seperti biasa saya harus melakukan hajat harian. Tapi […]

Baca Selengkapnya →

```

#JSSP: Aceh, Bekas Tsunami dan Pantai Indah

gussur.wordpress.com – Memasuki Aceh, peserta jelajah diarahkan ke Museum Tsunami Aceh. Melihat replika dan mencoba membayangkan keganasan tsunami yang melanda Aceh pada Desember 2004. Ada dua tempat yang membuat saya begidik. Yakni sebuah lorong yang disebut space of fear. Lorong Tsunami merupakan akses awal pengunjung untuk memasuki Museum Tsunami. Memiliki panjang 30 m dan tinggi […]

Baca Selengkapnya →

```

Dari Sengkan ke Sukuh: Sebuah Pertarungan Batin

Sengkan merupakan sebuah pedukuhan yang berada di Kelurahan Condongcatur , Sleman, DI Yogyakarta. Lokasinya tak jauh dari Ringroad, sekitar 5 km ke arah Kaliurang. Pedukuhan ini kental dengan aura agama Katolik. Makanya, jangan heran dengan nama-nama jalan yang menggunakan nama-nama kota di dalam sejarah agama Katolik. Misalnya Jalan Nazareth, Jalan Betlehem, Jalan Yerusalem, dll. Sedangkan […]

Baca Selengkapnya →

```

Perjalanan Penuh Warna ke Ujung Peradaban (1)

Sungguh tak terbayangkan bahwa perjalanan sejauh itu terbungkus dalam kurun 3 malam dua hari. Beragam moda transportasi aku jalani. Semua meninggalkan kesan, ironi, tragedi, sekaligus optimisme. Ada sepuluh pesepeda, 7 dari KGC – Kompas Gramedia Cyclists, sisanya adalah teman2 yang sudah akrab dengan KGC. Hanya saja tidak semua berangkat barengan. Dua pesepeda berangkat menyusul via […]

Baca Selengkapnya →

```

Size Doesn’t Matter

Memperoleh sepeda yang pas dengan ukuran tubuh kita adalah anugerah. Bagaimana jika tidak pas? Sedikit berbagi pengalaman membangun sepeda dari rangka yang secara ukuran tidak pas, di bawah ukuran standar saya. Jika disuruh memilih, rasanya lebih baik ukurannya di bawah ukuran ideal daripada di atas. Lebih mudah “menumbuhkan” daripada “memendekkan”.  Tapi entahlah, saya belum punya […]

Baca Selengkapnya →

```

Cinomati, Nanjak dalam Sepi

Lama tak bersepeda nanjak, tawaran itu datang dari Cak Kris, sesama goweser dari Kompas Gramedia Cyclists. Rute yang diusulkan adalah Jogja – Wonosari – Klaten. Langsung aku mencari rute alternatif dan ketemu dengan rute Jogja – Pleret – Dlingo – Playen – Wonosari. Jika dilihat di peta rute ini ada di bawah rute utama Jogja […]

Baca Selengkapnya →

```

Menyapa Dieng: Mie Ongklok

Setiap gowes di daerah, cobalah makanan khasnya. Tak penting tidak enak di lidah, sepanjang itu tak bertentangan dengan beberapa kondisi seperti kepercayaan dan kesehatan, mengincipi makanan khas daerah di sela-sela istirahat saat menggowes adalah sebuah kesempatan langka. Begitu juga dengan diriku saat gowes Wonosobo – Dieng. Mi Ongklok sudah diwanti-wanti oleh para sanak kadang untuk […]

Baca Selengkapnya →

```

Menyapa Dieng: Dari Atas Sadel

Beruntung ke Dieng menggunakan sepeda. Beberapa lokasi yang berjauhan serasa dekat tanpa perlu naik ojek. Kontur jalan relatif datar serta cuaca yang sangat mendukung membuat menggowes di Dieng begitu menyenangkan. Sayangnya, waktu terbatas. G Sikunir adalah tujuanku ke Dieng. Objek wisata ini menjadi primadona bagi pemburu matahari terbit. Posisinya mirip Sawarna Banten, Kiluan Lampung, Pulau […]

Baca Selengkapnya →

```

Menyapa Dieng: Menggigil Tieng

“Wah, gak bisa pakai sepeda beginian ke Dieng. Tanjakannya begini,” begitu kata seorang sopir truk yang bertemu di sebuah warung makan di sisi luar Terminal Mendolo, Wonosobo. Telapak tangan sopir itu menggambarkan tanjakan Dieng yang begitu terjal. Saya pun menjawabnya dengan guyon. “Jangankan yang begitu. Yang begini pun teman saya bisa menaklukkan kok,” kata saya […]

Baca Selengkapnya →

```

Page 1 of 4

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén