Tentang gerak, waktu, dan arti yang tertinggal

Tag: ujungkulon

Perjalanan Penuh Warna ke Ujung Peradaban (4)

Hujan turun menemani santap siang kami. Wah, apakah berperahu sambil hujan-hujanan? “Perahunya ada ruangan tertutup kok,” kata Ibu penjaga penginapan. Ah, seperti bisa membaca keraguanku. Untung saja di sisa-sisa suapan terakhir hujan mulai mereda. Bau tanah basah mengiringi suara-suara kekenyangan perut kami semua. Omega langsung segera ke dermaga untuk menemui tukang perahunya. Sementara yang lain […]

Baca Selengkapnya →

```

Perjalanan Penuh Warna ke Ujung Peradaban (3)

Pagi-pagi pintu Alfamart belum dibuka. Namun kesibukan di dalam toko sudah berdetak dinamis. Ada yang sembahyang, ada yang senam habis bangun tidur, ada yang memilih makanan. Omega kembali memasak air. Tak seberapa lama seduhan kopi memenuhi ruang teras toko. Beberapa keluar menyelinap melalui pintu yang dibuka sedikit. Hari sudah terang tanah. Aktivitas penduduk sudah terlihat. […]

Baca Selengkapnya →

```

Perjalanan Penuh Warna Ke Ujung Peradaban (2)

Sebelum pukul 07.00 kami sudah meninggalkan Wisma Sugri di Jln R. Td. Hardi Winangun No. 5, Rangkasbitung, Banten 42312. Menuju Alun-alun, lalu belok kanan menyusuri Jalan Jendral Ahmad Yani menuju Pandeglang. Pagi itu beberapa anak sekolah mulai masuk sekolah. Setiap bersua, mereka selalu berteriak “Halo Mister!” Entah, tak hanya di Banten, di daerah Cianjur pun […]

Baca Selengkapnya →

```

Perjalanan Penuh Warna ke Ujung Peradaban (1)

Sungguh tak terbayangkan bahwa perjalanan sejauh itu terbungkus dalam kurun 3 malam dua hari. Beragam moda transportasi aku jalani. Semua meninggalkan kesan, ironi, tragedi, sekaligus optimisme. Ada sepuluh pesepeda, 7 dari KGC – Kompas Gramedia Cyclists, sisanya adalah teman2 yang sudah akrab dengan KGC. Hanya saja tidak semua berangkat barengan. Dua pesepeda berangkat menyusul via […]

Baca Selengkapnya →

```

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén