Lumba2 Kiluan, Setia Menanti (gowesKiluan#3)

image

Kiluan identik dengan lumba2. Belum ke Kiluan kalau belum lihat lumba2 berenang dan berlompatan dalam formasi berjajar. Bahkan kalau laut tenang bisa bercengkerama dengan mereka.

Waktu ke Kiluan saya sempat berpikir untuk kembali lagi suatu saat. Ya, saat “berburu” lumba2 itu ombak begitu tinggi. Dari empat titik yang diyakini sebagai tempat bermunculannya lumba2 pun nihil. Belum lagi aku nyaris mabuk terombang-ambing oleh ombak setinggi sekitr 1 m di dalam perahu cadik mungil. Hanya selebar badan lebih sedikit.
Pagi itu memang belum sarapan. Hanya kopi dan dua potong pisang goreng yang masuk ke perut.

“Kalau ombak tinggi begini lumba2 susah terlihatnya,” kata Solihin, pemandu sekaligus pemilik homestay yang aku tinggali.

Benar saja, sudah jauh melewati garis pantai belum seekor lumba2npun tersua. Waktu itu ada 3 perahu yang berburu. Jika satu perahu melihat lumba2, sopir perahu akan memberi tanda ke yang lain.

Hampir sejam berkeliling tanda2 itu tak terlihat. Sekali terlihat lumba2 sudah pergi. Saya berkali2 berdoa dalam hati semoga kesempatan melihat lumba2 tak terlepas begitu saja.

Namun sepertinya aku harus berucap belum ke Kiluan. Beruntung ada dua ikan pari mengambang melintas dekat perahu. Juga ikan besar yang entah namanya aku tahu. Hanya bayangan dalam air yang terlihat.

Ketika perahu sudah mengarah ke pintu gerbang Teluk Kiluan untuk kembali, ada lambaian informasi bahwa ada gerombolan lumba2 melintas. Segera Pak Solihin memutar perahunya dan tancap gas. Guncangan perahu saat menabrak gelombang begitu terasa. Aku mulai mual. Rasanya mau muntah.

Hanya karena minat dan keinginan untuk melihat lumba2 maka perasaan itu aku tahan. Benar saja, begitu sampai di lokasi lumba2 terlihat berenang ke arah laut lepas.

Sayang, ombak yang besar menyulitkan aku untuk memotret. Alhasil langsung aku ganti mode film dan mengarahkan kamera ke arah kawanan lumba2. Sesekali memotret dengan prinsip untung2an. Perahu yang sempit membuat gerakan memotret terbatas.

Cukup lama saya melihat kawanan lumba2 berarak ke arah laut lepas. Sesekali mereka melompat. Ada sekitar 50 ekor lumba2 saya perkirakan.

Ketika agak lama menunggu tak lagi terlihat lumba2, kami pun kembali. Hari sudah beranjak siang, perut mulai merintih untuk diisi.

Dalam perjalanan kembali pulang, kami berhenti di Pulau Kiluan yang menyediakan penginapan dan juga tenda untuk berkemah. Juga untuk melakukan snorkeling di lepas pantai pulau. Cukup menarik melihat terumbu karang dan ikan2 warna-warni.

Dalam perjalanan kembali saya sempat melontarkan rasa waswas ke Pak Solihin soal tak bisa melihat lumba2. “Kemungkinan besar pasti bersua dengan lumba2. Ini habiitat  mereka kok.”

Menyitir kata2 seorang teman, lumba2 seperti merpati kok. Tak pernah ingkar janji untuk menyapa.

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s