Kreativitas dalam Touring (Ban Bocor)

Persiapan dalam bersepeda jarak jauh (touring) tentu amatlah penting. Bahkan bisa dibilang kesuksesan touring diawali dari persiapan ini. Jika persiapan kurang oke, touring pun cenderung bermasalah.

Akan tetapi, persiapan matang tak menjamin semua berjalan lancar. Apalagi dengan keterbatasan ruang penyimpanan saat touring tentu kita harus panjang akal. Menyiasati keterbatasan agar touring berjalan dengan lancar.

Pernah mengalami pencungkil ban patah saat harus mengganti ban dalam yang bocor? Bisa jadi karena materialnya jelek atau cara penyimpanan yang tidak tepat, pencungkil ban yang amat vital itu patah saat kita gunakan. Jangan panik!

Pertama, Anda cari warung makan tak jauh dari situ. Pinjam sendok dua atau tiga buah. Cari yang bahannya tebal. Sendok sekarang ini banyak yang bahannya tipis. Jelas ini tidak bisa dipakai karena akan bengkok.

Kedua, jika ternyata Anda menggunakan quick release (QR) sebagai as roda, pergunakanlah itu. Copot dan gunakan bagian penutup/pembuka QR. Hanya saja butuh keahlian dan jam terbang sepertinya sebab ujung penutup/pembuka QR rerata agak tebal.

Ketiga, cek apakah ada obeng (-) di peralatan yang kita bawa. Jika cuma satu, cegat sepeda motor atau syukur di dekat situ ada tukang ojek yang sedang mangkal. Pinjam obeng dari mereka, namun sebelum digunakan, lapisi ujungnya dengan plastik yang agak tebal. Ini untuk menghindari ujung tajam obeng merusak ban Anda.

Sebelum mencopot ban, cek lokasi. Apakah ada tempat yang bisa digunakan untuk menggantung sepeda? Soalnya, dengan membawa pannier di kiri kanan bagasi belakang cukup repot untuk membalikkan sepeda. Jika mau repot ya tak ada salahnya membongkar. Di sepanjang pantura dengan mudah kita menemukan warung yang memiliki palang bambu yang bisa kita manfaatkan sebagai gantungan seperti dalam gambar.

Jika gantungan tak ditemukan, bisa menggunakan bambu atau batang penyangga. Pikirkan dan timbang seberapa repot jika dibandingkan dengan mencopot pannier.

Untuk menghemat waktu, jangan menambal ban bocor di perjalanan. Lebih baik ganti saja dengan ban dalam baru dan simpan ban dalam yang bocor. Nanti ketika sudah sampai penginapan Anda bisa menambal ban bocor itu sebagai ban cadangan jika ban dalam yang dipakai saat itu bocor lagi.

Bagaimana jika ban luar robek terkena benda runcing atau tertusuk paku yang begitu besar. Kejadian ini memang jarang terjadi, namun siapa tahu menimpa Anda. Jadi, tak ada salahnya menyediakan selembar terpal ukuran 30 x 15 cm. Ukuran segitu saya rasa tak memberati bawaan dan juga tak memenuhi tempat karena bisa dilipat.

Sebelumnya bagian yang sobek direkatkan menggunakan lem sampai tersambung kembali. Setelah itu potong terpal sepanjang sobekan dan lem yang kuat. Upayakan agar tambalan ini tidak menimbulkan tonjolan yang bisa membuat ban dalam tergencet. Terpal bisa diganti dengan kain jins.

Ada yang punya tips lain berkaitan penanganan ban bocor? Mari berbagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s